M.
JA’FAR
STAI
Tembilahan
Kata kunci : Islam, jawa, Hindhu-Budha, walisongo
1.
Pendahuluan
Sejarah
merupakan suatu kata yang tidak asing lagi di hadapan kita sehari-hari. Suatu kata
yang banyak mengandung makna. Tanpa sejarah kita tidak mengenal masa lalu dan
tidak akan bisa belajar tentang masa yang akan datang, dengan sejarah kita
belajar, dengan sejarah kita mengenal suatu kejadian masa lalu yang bisa kita
jadikan menjadi suatu landasan, pandangan dan dasar untuk kita bertindak dalam
melakukan suatu hal. Begitu juga dengan proses masuknya agama Islam di
Indonesia juga tidak tertinggal dengan kata sejarah.
Agama Islam
masuk ke Jawa juga mempunyai sejarah. Yaitu bagaiman agama Islam mulai menyebar
di Jawa merupakan sejarah karena itu merupakan hal yang telah lalu. sejak nenek
moyang kita, kita berfikir bahwa sejak dulu Islam memang sudah ada, dan tidak
mengetahui bagaimana indonesia pada zaman dahulu.
Setelah kita
mendapatkan beerapa sumber dan informasi tentang sebuah sejarah kita baru
mengetahui dan mengnal tentang masuknya agama Islam di Indonesia. Dari sinilah
kita mengetahui bagaimana keadaan Indonesia pada zaman dahulu. Terutama masalah
tentang keadaan Islam memasuki Indonesia.
Agama Islam
masuk ke Indonesia melalui beberapa jalan dan dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Akan tetapi tentang sejarah masuknya
Islam di Indonesia ini mempunyai beberapa sumber. Para sejarahwan dan sarjana juga banyak yang
mempunyai pendapat tentang masuknya Islam di Indonesia. Hal ini dipengaruhi
oleh beberapa sumber dan bukti-bukti yang menyatakan tentang masuknya Islam di
Indonesia. Sehingga sampai sekarang masih juga belum pasti kapan Islam masuk di
Indonesia.
2.
Isi
Sebelum Islam
masuk ke Indonesia, agama yang dianut adalah animisme dan dinamisme. Selain
dari itu juga dipengaruhi oleh kebudayaan hindu dan budah yang di bawa oleh
India. Karena kita ketahui bahwa pada zaman dahulu Jawa merupakan tempat yang
penduduknya beragama Hindu Budha. Akan tetapi dengan seiring berjalannya waktu
akhirnya Agama Islam masuk ke pulau jawa. Selain dari pada itu Islam masuk ke
Jawa juga di pengaruhi oleh melemahnya Kerajaan- kerajaan Hindu Budah yang ada
di Jawa pada waktu dahulu.
Islam masuk ke
Jawa terdapat dua pendapat yang telah disepakati oleh para sejarawan. Pertama berpendapat
bahwa Islam masuk ke jawa melewati gujarat dan persia, keduaberpendapat
bahwa Islam masuk ke jawa langsung berasal dari orang Arab. Hal ini dinyatakan oleh
Hamka dalam pidato Dies Natalis PTAIN VIII tahun 1959 di Yogyakarta. Dalam hal
ini Hamka ingin membuktikan bahwa madzhab Syafi’i dari Makkah membawa dan
menyebarkan Islam pertamakali di Indonesia.
Kedatangan
Islam di jawa dibuktikan dengan ditemukannya batu nisan kubur bernama fatimah
binti Maimun (di desa Leran, kecamatan Manyar, gresik, jawa timur) yang wafat
pada tahun 475 H atau 1028 M serta makam Maulana Malik Ibrahim juga terdapat di
Gresik. Selain dari pada itu juga ditemukannya ratusan kuburan Islam kuno yang
diperkirakan merupakan makam keluarga istana Majapahit.
Selanjutanya
pada abad ke- 7, sahabat nabi Mu’awiyah bin Abi Sufyan pernah singgah di tanah
Jawa, ia menyamar sebagai pedagang. Akan tetapi proses dakwah selanjutnya
dilakukan oleh para da’i yang berasal dari malaka dan pasai. Selanjtnya proses
dakwah Islam di Jawa dilakukan oleh para wali songo.
Wali songo
dikenal sebagai jantung penyiaran agama Islam di Jawa. Para wali songo ini
berdakwah dengan cara yang lembut da tidak memaksa. Mereka membawakan budaya
Hindu Budha sebagai alat untuk menyiarkan agama Islam. Sehingga mereka
masyarakat tidak merasa dipaksa untuk masuk ajaran Islam. Lebih-lebih pada
waktu itu masyarakat Jawa masih memiliki kebiasaan-kebiasaan dan adat istiadat
ajaran hindu budha. Dengan
sabar sedikit demi sedikit walisongo memasukan nilai-nilai ajaran Islam ke
dalam unsure-unsur lama yang sudah berkembang metode ini biasa disebut dengan
metode sinkretis. Dengan demikian masyarakat merasa bahwa kedatangan para wali
songo tersebut bukanlah sebuah ancaman.
Era
wali songo adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya nusantara
dengan digantikan budaya Islam. Wali Songo adalah simbol penyebaran agama Islam
di Indonesia khususnya di Jawa. Peran Wali Songo juga sangat besar dalam proses
mendirikan kerajaan Islam. Paera Wali ini dekat dengan kalangan istana.
Merekalah yang memberikan pengesahan atas sah tidaknya seseorang naik tahta.
Mereka juga menjadi penasehat sultan. Karena dekat dengan kalangan istana,
kemudian mereka diberi gelar susuhunan atau sunan (yang dijunjung tinggi).
Kesembilan Wali Songo tersebut adalah sebagai berikut ;
1. Sunan Gresik (Maulana Malik
Ibrahim). Inilah wali yang pertama datang ke Jawa dan menyiarkan Islam di
Gresik dan di makamkan di Gresik, Jawa Timur.
2. Sunan Ampel (Raden Rahmat).
Menyiarkan Islam di Ampel, Surabaya, Jawa Timur. Beliau merupakan
perancang Masjid Demak.
3. Sunan Drajat (Syarifuddin) anak dari
Sunan Ampel. Menyiarkan Islam di sekitar Surabaya. Seorang Sunan yang berjiwa
sosial.
4. Sunan Bonang (Makdum Ibrahim). Anak
dari Sunan Ampel. Menyiarkan agama Islam di Tuban. Suanan yang sangat
bijaksana.
5. Sunan Kalijaga ( Raden mas Said/
Jaka said) murid Sunan Bonang. Menyiarkan agma Islam di Jawa Tengah.
6. Sunan Giri (Raden Paku). Menyiarkan
agama di Jawa dan luar Jawa, yaitu Madura, Nusa Tenggara, dan Maluku.
Menyiarkan agama dengan metode bermain.
7. Sunan Kudus (ja’far Sodiq).
Menyiarkan agama Islam di kudus Jawa Tengah.seorang ahli seni dan bangunan.
Hasilnya ialah Masjid dan Menara Kudus.
8. Sunan Muria (Raden Umar Said).
Menyiarkan Islam di lereng gunung Muria. Terletak diantaranJepara dan Kudus,
Jawa Tengah. Beliau sangat dekat rakyat jelata.
9. Sunan Gunung Jati (Syarif
Hidayatullah). Menyiarkan Islam di Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon. Seorang
pemimpin yang berjiwa besar.
Setelah
wali Songa menyebarkan ajaran Islam di Jawa, kepercayaan Animisme dan Dinamisme
serta budaya Hindhu-Budha sedikit demi sedikit berubah termasuki budaya Isalm.hal
ini membuat masarakat kagum atas nilai-nilai Islam yang begitu manfaat daqlam
kehidupan sehari-hari. Sehingga mereka langsung bisa meneria ajaran Islam.
DAFTAR PUSTAKA
Haidar Putra Daulay, 2007, Sejarah Pertumbuhan dan Pembaruan
Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta : Kencana
Musthofa, Abdullah, 1999, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia,
Bandung : CV. Pustaka Setia
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking