Sondag 19 Mei 2013

islam masuk ke jawa



Sejarah Islam di Jawa
M. JA’FAR
STAI Tembilahan


Kata kunci : Islam, jawa, Hindhu-Budha, walisongo
1.      Pendahuluan
Sejarah merupakan suatu kata yang tidak asing lagi di hadapan kita sehari-hari. Suatu kata yang banyak mengandung makna. Tanpa sejarah kita tidak mengenal masa lalu dan tidak akan bisa belajar tentang masa yang akan datang, dengan sejarah kita belajar, dengan sejarah kita mengenal suatu kejadian masa lalu yang bisa kita jadikan menjadi suatu landasan, pandangan dan dasar untuk kita bertindak dalam melakukan suatu hal. Begitu juga dengan proses masuknya agama Islam di Indonesia juga tidak tertinggal dengan kata sejarah.
Agama Islam masuk ke Jawa juga mempunyai sejarah. Yaitu bagaiman agama Islam mulai menyebar di Jawa merupakan sejarah karena itu merupakan hal yang telah lalu. sejak nenek moyang kita, kita berfikir bahwa sejak dulu Islam memang sudah ada, dan tidak mengetahui bagaimana indonesia pada zaman dahulu.
Setelah kita mendapatkan beerapa sumber dan informasi tentang sebuah sejarah kita baru mengetahui dan mengnal tentang masuknya agama Islam di Indonesia. Dari sinilah kita mengetahui bagaimana keadaan Indonesia pada zaman dahulu. Terutama masalah tentang keadaan Islam memasuki Indonesia.
Agama Islam masuk ke Indonesia melalui beberapa jalan dan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Akan tetapi  tentang sejarah masuknya Islam di Indonesia ini mempunyai beberapa sumber. Para  sejarahwan dan sarjana juga banyak yang mempunyai pendapat tentang masuknya Islam di Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa sumber dan bukti-bukti yang menyatakan tentang masuknya Islam di Indonesia. Sehingga sampai sekarang masih juga belum pasti kapan Islam masuk di Indonesia.

2.      Isi
Sebelum Islam masuk ke Indonesia, agama yang dianut adalah animisme dan dinamisme. Selain dari itu juga dipengaruhi oleh kebudayaan hindu dan budah yang di bawa oleh India. Karena kita ketahui bahwa pada zaman dahulu Jawa merupakan tempat yang penduduknya beragama Hindu Budha. Akan tetapi dengan seiring berjalannya waktu akhirnya Agama Islam masuk ke pulau jawa. Selain dari pada itu Islam masuk ke Jawa juga di pengaruhi oleh melemahnya Kerajaan- kerajaan Hindu Budah yang ada di Jawa pada waktu dahulu.
Islam masuk ke Jawa terdapat dua pendapat yang telah disepakati oleh para sejarawan. Pertama berpendapat bahwa Islam masuk ke jawa melewati gujarat dan persia, keduaberpendapat bahwa Islam masuk ke jawa langsung berasal dari orang Arab. Hal ini dinyatakan oleh Hamka dalam pidato Dies Natalis PTAIN VIII tahun 1959 di Yogyakarta. Dalam hal ini Hamka ingin membuktikan bahwa madzhab Syafi’i dari Makkah membawa dan menyebarkan Islam pertamakali di Indonesia.
Kedatangan Islam di jawa dibuktikan dengan ditemukannya batu nisan kubur bernama fatimah binti Maimun (di desa Leran, kecamatan Manyar, gresik, jawa timur) yang wafat pada tahun 475 H atau 1028 M serta makam Maulana Malik Ibrahim juga terdapat di Gresik. Selain dari pada itu juga ditemukannya ratusan kuburan Islam kuno yang diperkirakan merupakan makam keluarga istana Majapahit.
Selanjutanya pada abad ke- 7, sahabat nabi Mu’awiyah bin Abi Sufyan pernah singgah di tanah Jawa, ia menyamar sebagai pedagang. Akan tetapi proses dakwah selanjutnya dilakukan oleh para da’i yang berasal dari malaka dan pasai. Selanjtnya proses dakwah Islam di Jawa dilakukan oleh para wali songo.
Wali songo dikenal sebagai jantung penyiaran agama Islam di Jawa. Para wali songo ini berdakwah dengan cara yang lembut da tidak memaksa. Mereka membawakan budaya Hindu Budha sebagai alat untuk menyiarkan agama Islam. Sehingga mereka masyarakat tidak merasa dipaksa untuk masuk ajaran Islam. Lebih-lebih pada waktu itu masyarakat Jawa masih memiliki kebiasaan-kebiasaan dan adat istiadat ajaran hindu budha. Dengan sabar sedikit demi sedikit walisongo memasukan nilai-nilai ajaran Islam ke dalam unsure-unsur lama yang sudah berkembang metode ini biasa disebut dengan metode sinkretis. Dengan demikian masyarakat merasa bahwa kedatangan para wali songo tersebut bukanlah sebuah ancaman.
Era wali songo adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya nusantara dengan digantikan budaya Islam. Wali Songo adalah simbol penyebaran agama Islam di Indonesia khususnya di Jawa. Peran Wali Songo juga sangat besar dalam proses mendirikan kerajaan Islam. Paera Wali ini dekat dengan kalangan istana. Merekalah yang memberikan pengesahan atas sah tidaknya seseorang naik tahta. Mereka juga menjadi penasehat sultan. Karena dekat dengan kalangan istana, kemudian mereka diberi gelar susuhunan atau sunan (yang dijunjung tinggi). Kesembilan Wali Songo tersebut adalah sebagai berikut ;
1.      Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim). Inilah wali yang pertama datang ke Jawa dan menyiarkan Islam di Gresik dan di makamkan di Gresik, Jawa Timur.
2.      Sunan Ampel (Raden Rahmat). Menyiarkan Islam di Ampel, Surabaya, Jawa Timur. Beliau merupakan perancang  Masjid Demak.
3.      Sunan Drajat (Syarifuddin) anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan Islam di sekitar Surabaya. Seorang Sunan yang berjiwa sosial.
4.      Sunan Bonang (Makdum Ibrahim). Anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan agama Islam di Tuban. Suanan yang sangat bijaksana.
5.      Sunan Kalijaga ( Raden mas Said/ Jaka said) murid Sunan Bonang. Menyiarkan agma Islam di Jawa Tengah.
6.      Sunan Giri (Raden Paku). Menyiarkan agama di Jawa dan luar Jawa, yaitu Madura, Nusa Tenggara, dan Maluku. Menyiarkan agama dengan metode bermain.
7.      Sunan Kudus (ja’far Sodiq). Menyiarkan agama Islam di kudus Jawa Tengah.seorang ahli seni dan bangunan. Hasilnya ialah Masjid dan Menara Kudus.
8.      Sunan Muria (Raden Umar Said). Menyiarkan Islam di lereng gunung Muria. Terletak diantaranJepara dan Kudus, Jawa Tengah. Beliau sangat dekat rakyat jelata.
9.      Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah). Menyiarkan Islam di Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon. Seorang pemimpin yang berjiwa besar.
Setelah wali Songa menyebarkan ajaran Islam di Jawa, kepercayaan Animisme dan Dinamisme serta budaya Hindhu-Budha sedikit demi sedikit berubah termasuki budaya Isalm.hal ini membuat masarakat kagum atas nilai-nilai Islam yang begitu manfaat daqlam kehidupan sehari-hari. Sehingga mereka langsung bisa meneria ajaran Islam.









DAFTAR PUSTAKA


Haidar Putra Daulay, 2007, Sejarah Pertumbuhan dan Pembaruan Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta : Kencana
Musthofa, Abdullah, 1999, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, Bandung : CV. Pustaka Setia

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking