A.
Perkembangan
Pemikiran Budi Pekerti
Kalau kita runut dari sejarahnya, masalah budi pekerti telah lama
menjadi masalah hidup manusia.Seperti tercermin pada lempengan tanah liat
tersebut, yang menurut beberapa pakar sejarah dijelaskan secara rinci
faktorpenyebabnya, yaitu berassal dari zaman babilonia dengan memperhatikan
aspek politikyang disebut- sebut itu menunjukkan bahwa sistem pemerintahan
Negara kurang baik.Sehingga mengakibatkan kesengsaraan bagi rakyatnya.
Pembahasan filosofis tentang budi pekerti khususnya dari segi
pendidikan moral sebagaimana dikemukakan oleh Klipatrick terus berkembang
dengan berbagai pendapat dan aspek budi pekerti itu sendiri. Ia menguti
beberapa pendapat tentang hal ini, baik yang menyangkut perkembangan maupun
latar belakang sulitnya pengembangan budi pekerti, melalui budi pekerti di
sekolah yang ditempuh melalui proses panjang itu dapat menghasilkan semangat
pada diri siswa untuk membrontak atau
melawan tatanan budi pekerti.salah satu penyebabnya adalah siswa mencampakkan
norma moralatau budi pekerti yang diajarkan dalam himpuana pemerintah dan
lainnya. Keadaann ini menjadikan siswa melawan normayang disebabkan oleh hal
mendasar, yaitu siswa tidak percaya lagi kepada norma (moral) yaqng ternyata
tidak dapat mengatasi masalah kemasyarakatan yang terus berkembang, bahkankenyataan di masyrakat malah menjadi
hal yang sebaliknya. Singkat kata norma juga menyeret kewibawaan pendidik.
Lebih lanjut Kliipartick menyatakan bahwa budi
pekerti seseorang dapat dikembangkan dengan menggunakan landasan kemampuan dan
kebiasaan hidup yang itu berdasarkan norma masyarakat tempat hidupnya.Nokat inilah yang menjadi
norma masyarakat inilah yang menjadi acuan bagi aktivitas seseorang termasuk di
dalamnya cita – cita hidup, cara yang ditempuh untuk mencapai keinginan dan
kemauan bekerja sama dengan orang lain dalam masyarakat. Kegiatan dalam
masyarakat ini mengikat sikap untuk mencapai kebahagiaan. Kebahagiaan itu tidak
bersifat umum melainkan terukur duntuk diri sendiri yang bersifat unik dan tidak ternilai harganya sepanjang
selaras dengan norma moral masyarakat.
Ada juga yang mengatakan bahwa istilah budi atau moral dalam
pengertian yang terluas adalah pendidika. Dengan kata lain budi pekerti
mempelajari arti diri sendiri dan
penerapan arti diri sendiri itu dalam bentuk tindakan.Penerapan tindakan budi
pekerti memperoleh pengalaman tentang dunia nyata atau lingkungan hidup yang
sangat berperan dalam pembelajaran budipekerti. Tanpa penerapan tersebut akan
berakibat kurang terpenuhnya persyaratan pendidikan budi pekerti, karena
seseorang tidak terpenuhi komisi hidup
sosialnya dengan akibat lebih jauh kurang berkembangnya budi pekerti seseorng.
B.
Prinsip –
prinsip Dasar Pemikiran Pendidikan Budi Pekerti
Prinsip – prinsip dasar pemikiran budi pekerti, diantaranya adalah
sebagai berikut :
1.
Menggunakan
nilai utama etika sebagai dasar pendidikan budi pekertiyang baik.
2.
Budipekerti
yang harus didefinisikan secara konferahansif
pada sara berfikir perasaan dan perilaku.
3.
Pendidikan budi
pekerti yang efektif sebaiknya merupakan pendekatan yang terencana, proaktif
dan menyeluruh yang mengarah pada nilai- nilai dasar pada setiap tingkatan dari
kehidupan sekolah.
4.
Sekolah harus
menjadi sebuah komunitas yang peduli.
5.
Untuk membangun
budi pekerti siswa membutuhkan kesempatan dalam melakukan tindakan dari
kehidupan sekolah.
6.
Pendidikan budi
pekerti yang efektif seharusnya bermakna dan kurikulum dapatmembantu siswa
dalam kesuksesannya.
7.
Pendidikan budi
pekerti harus dapat mendorong siswa untuk mengembangkan motifasi dalam diri
siswa.
8.
Seluruh staf
harus menjadi komunitas pembelajaran dan komunitas moral, sama – sama
bertanggung jawab dalam pendidikan budi pekerti dan menjalankan nilai – nilai
dasar yang sama untuk dapat memandu
pendidikan para siswa.
9.
Pendidikan budi
pekerti membutuhkan pembagian dukungan dan tanggung jawab.
10.
Sekolah harus
melibatkan orang tua dan anggota komunitas sebagai rekanan utama dalam upaya
pengembangan budi pekerti.
11.
Evaluasi
pendidikan budi pekerti harus dapat mengukur budipekerti sekolah, staf dan
seberapa siswa mengimplementasikan budi pekerti yang dibangun.
Pilar
pendidikan budi pekerti sesuai dengan prinsip pertama, perlu adanya nilai –
nilai dalam pendidikan budi pekerti yang menjadi dasar pemahaman dan
pengembangan serta dasar tindakan seluruh komponen sekolah yaitu :
1.
Dapat dipercaya
2.
Bertanggung
jawab
3.
Menghormati
4.
Sportif, adil
5.
Perhatian,
peduli
6.
Cinta tanah air
Tujuan
pendidikan budipekerti, keseimbangan dari siswa melalui nilai – nilai
moral,mampu menjalin hubungan antar individu dan dapat berkontribusi terhadap
lingkungan yang lebih baik.
thankyou ya referensinya..
AntwoordVee uit