Donderdag 23 Mei 2013

dasar pemikiran budi pekerti


DASAR PEMIKIRAN BUDI PEKERTI
A.            Perkembangan Pemikiran Budi Pekerti
Kalau kita runut dari sejarahnya, masalah budi pekerti telah lama menjadi masalah hidup manusia.Seperti tercermin pada lempengan tanah liat tersebut, yang menurut beberapa pakar sejarah dijelaskan secara rinci faktorpenyebabnya, yaitu berassal dari zaman babilonia dengan memperhatikan aspek politikyang disebut- sebut itu menunjukkan bahwa sistem pemerintahan Negara kurang baik.Sehingga mengakibatkan kesengsaraan bagi rakyatnya.
Pembahasan filosofis tentang budi pekerti khususnya dari segi pendidikan moral sebagaimana dikemukakan oleh Klipatrick terus berkembang dengan berbagai pendapat dan aspek budi pekerti itu sendiri. Ia menguti beberapa pendapat tentang hal ini, baik yang menyangkut perkembangan maupun latar belakang sulitnya pengembangan budi pekerti, melalui budi pekerti di sekolah yang ditempuh melalui proses panjang itu dapat menghasilkan semangat pada diri siswa untuk membrontak  atau melawan tatanan budi pekerti.salah satu penyebabnya adalah siswa mencampakkan norma moralatau budi pekerti yang diajarkan dalam himpuana pemerintah dan lainnya. Keadaann ini menjadikan siswa melawan normayang disebabkan oleh hal mendasar, yaitu siswa tidak percaya lagi kepada norma (moral) yaqng ternyata tidak dapat mengatasi masalah kemasyarakatan yang terus berkembang,  bahkankenyataan di masyrakat malah menjadi hal yang sebaliknya. Singkat kata norma juga menyeret kewibawaan pendidik.
Lebih lanjut Kliipartick menyatakan bahwa budi pekerti seseorang dapat dikembangkan dengan menggunakan landasan kemampuan dan kebiasaan hidup yang itu berdasarkan norma masyarakat tempat hidupnya.Nokat inilah  yang menjadi norma masyarakat inilah yang menjadi acuan bagi aktivitas seseorang termasuk di dalamnya cita – cita hidup, cara yang ditempuh untuk mencapai keinginan dan kemauan bekerja sama dengan orang lain dalam masyarakat. Kegiatan dalam masyarakat ini mengikat sikap untuk mencapai kebahagiaan. Kebahagiaan itu tidak bersifat umum melainkan terukur duntuk diri sendiri yang bersifat  unik dan tidak ternilai harganya sepanjang selaras dengan norma moral masyarakat.
Ada juga yang mengatakan bahwa istilah budi atau moral dalam pengertian yang terluas adalah pendidika. Dengan kata lain budi pekerti mempelajari  arti diri sendiri dan penerapan arti diri sendiri itu dalam bentuk tindakan.Penerapan tindakan budi pekerti memperoleh pengalaman tentang dunia nyata atau lingkungan hidup yang sangat berperan dalam pembelajaran budipekerti. Tanpa penerapan tersebut akan berakibat kurang terpenuhnya persyaratan pendidikan budi pekerti, karena seseorang  tidak terpenuhi komisi hidup sosialnya dengan akibat lebih jauh kurang berkembangnya budi pekerti seseorng.

B.            Prinsip – prinsip Dasar Pemikiran Pendidikan Budi Pekerti
Prinsip – prinsip dasar pemikiran budi pekerti, diantaranya adalah sebagai berikut :
1.      Menggunakan nilai utama etika sebagai dasar pendidikan budi pekertiyang baik.
2.      Budipekerti yang harus didefinisikan secara konferahansif  pada sara berfikir perasaan dan perilaku.
3.      Pendidikan budi pekerti yang efektif sebaiknya merupakan pendekatan yang terencana, proaktif dan menyeluruh yang mengarah pada nilai- nilai dasar pada setiap tingkatan dari kehidupan sekolah.
4.      Sekolah harus menjadi sebuah komunitas yang peduli.
5.      Untuk membangun budi pekerti siswa membutuhkan kesempatan dalam melakukan tindakan dari kehidupan sekolah.
6.      Pendidikan budi pekerti yang efektif seharusnya bermakna dan kurikulum dapatmembantu siswa dalam kesuksesannya.
7.      Pendidikan budi pekerti harus dapat mendorong siswa untuk mengembangkan motifasi dalam diri siswa.
8.      Seluruh staf harus menjadi komunitas pembelajaran dan komunitas moral, sama – sama bertanggung jawab dalam pendidikan budi pekerti dan menjalankan nilai – nilai dasar yang sama untuk dapat memandu  pendidikan para siswa.
9.      Pendidikan budi pekerti membutuhkan pembagian dukungan dan tanggung jawab.
10.  Sekolah harus melibatkan orang tua dan anggota komunitas sebagai rekanan utama dalam upaya pengembangan budi pekerti.
11.  Evaluasi pendidikan budi pekerti harus dapat mengukur budipekerti sekolah, staf dan seberapa siswa mengimplementasikan budi pekerti yang dibangun.
Pilar pendidikan budi pekerti sesuai dengan prinsip pertama, perlu adanya nilai – nilai dalam pendidikan budi pekerti yang menjadi dasar pemahaman dan pengembangan serta dasar tindakan seluruh komponen sekolah yaitu :
1.      Dapat dipercaya
2.      Bertanggung jawab
3.      Menghormati
4.      Sportif, adil
5.      Perhatian, peduli
6.      Cinta tanah air
Tujuan pendidikan budipekerti, keseimbangan dari siswa melalui nilai – nilai moral,mampu menjalin hubungan antar individu dan dapat berkontribusi terhadap lingkungan yang lebih baik.

1 opmerking: